T Tamu Lain Jul 28, 2021

Ada seekor Siput yang selalu memandang sinis terhadap Katak. Suatu hari, Katak agak geram dengan Siput. Akhirnya Katak berkata kepada Siput.

“Tuan Siput, apa saya telah melakukan kesalahan sehingga Anda membenci saya?”

Siput menjawab, “Kalian kaum Katak memunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari. Saya merasa sangat sedih karena mesti membawa cangkang yang berat ini dan merangkak di tanah.”

Katak menjawab, “Setiap kehidupan memiliki ujian dan kesulitan masing-masing. Selama ini Anda hanya melihat dari sisi kegembiraan saya. Anda tidak pernah melihat dan merasakan kesulitan yang kami hadapi.”

Tiba-tiba datang seekor Elang besar yang terbang ke arah mereka. Seketika Siput memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan Katak mejadi target mangsa Elang. Katak berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri. Katak melompat-lompat sejauh mungkin mencari tempat yang aman untuk berlindung. Namun, Katak tak berdaya. Elang jelas bukan lawan yang sebanding dengan Katak. Elang berhasil menerkam dan memangsa Katak.

Akhirnya, siput menyadari bahwa cangkang yang selama ini dimilikinya bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah anugerah. Cangkang itu menjadi penyelamatnya ketika menghadapi bahaya.

Akibat konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...

G Guru

Jawaban

Elang berhasil menerkam dan memangsa katak.